
BUTONMAGZ--Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hadirkan gagasan brilian dalam upaya percepatan pembangunan Kota Baubau, tepat kota ini berusia 19 tahun sebagai daerah otonom di Indonesia, 17 Oktober 2020 sabtu hari ini.
Gagasan itu diberi nama Program Jalur “Morikana” yang merupakan akronim dari “Mobilisator Rencana Integrasi Kawasan Agraria, Niaga dan Pariwisata”. Morikana , kata Kadis PUPR Kota Baubau, H. Andi Hamzah Machmud, S.Sos., M.Si diinspirasi dari diksi lokal genius masyarakat Buton yang berarti ‘segala kebaikan, kenyamanan, keindahan, kemakmuran dan sebagainya’.
“Mencari makna harfiah Morikana dalam diksi Buton itu sangat luas dan mendalam. Intinya kami ingin memberi yang terbaik bagi Kota Baubau dan masyarakatnya. Namun definisi pembangunannya kami singkat dari kalimat - Mobilisator Rencana Integrasi Kawasan Agraria, Niaga dan Pariwisata,” kata Andi Hamzah.
Gagasan ini kata Andi Hamzah, secara filosofis dilatarbelakangi oleh cara berpikir bahwa sistem prasarana dan sarana transportasi sebagai infrastruktur dasar merupakan salah satu syarat mutlak bagi terjadinya pergerakan ekonomi wilayah, dimana sistem pendukung dan pendorong prasarana transportasi sangat berperan terhadap efisiensi dan efektifitas kegiatan ekonomi suatu wilayah.
Menurutnya, jalan merupakan infrastruktur yang dibangun pemerintah guna kelancaran pengembangan suatu daerah/wilayah sehingga menjadi aset yang harus dikelola dan difungsikan secara optimal. “Pembangunan infrastruktur jalan bertujuan untuk mendukung distribusi lalu lintas barang maupun manusia dan membentuk struktur ruang wilayah,” tandasnya
Lainnya, bahwa perkembangan perekonomian, perdagangan dan jasa, pariwisata, dan peningkatan pertambahan jumlah penduduk, serta posisi Kota Baubau yang cukup strategis mengakibatkan meningkatnya arus penumpang serta permintaan barang dan jasa khususnya di bidang perhubungan darat.
“Di sisi lain pula, terjadi penurunan kinerja pada ruas-ruas jalan yang sudah terbangun sehingga berdampak pada konektivitas antar wilayah. Kondisi ini tentu saja menuntut ketersediaan sarana dan prasarana jalan yang memadai menjadi prioritas utama,” papar mantan Sekretaris Bappeda Kota Baubau ini.
Kongkritnya kata Andi Hamzah, kepemimpinan Wali Kota Baubau Dr. H. AS. Tamrin, M.H., telah membangun Jalan lingkar dan Jalan Baypass yang merupakan jalan yang melingkari pusat kota dan beberapa pusat-pusat pertumbuhan Kota Baubau. Kesemuanya berfungsi untuk mempercepat perjalanan ke satu sisi kota ke sisi kota yang lain tanpa harus melalui pusat kota dan mengalihkan arus lalu lintas yang melewati pusat kota tersebut.
“Pembangunan jalan lingkar dan Jalan Baypass di Kota Baubau merupakan salah satu cara pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat,” imbuhnya.
Atas cara berpikir itu, maka Dinas PUPR Kota Baubau menginisiasi pengembangan sistem jaringan jalan perkotaan melalui konsep Program Jalur Morikana (Mobilisator Rencana Integrasi Kawasan Agraria, Niaga dan Pariwisata).
Disebutkan, terdapat dua fokus pengembangan infrastruktur di Kota Baubau yakni pembangunan jalan lingkar itu akan membelah Kota Baubau menjadi dua yang pembangunannya dimulai dari Pantai Nirwana-Batauga menuju Labalawa, Sorawolio dan melintas ke Bungi.
Kedua, pembangunan jalan Baypass yang menghubungkan dua pusat pertumbuhan sosial ekonomi antara Kawasan Pelabuhan Murhum dan Kawasan Pergudangan Kota Baubau di Lakologou.
Lalu apa target yang hendak diraih dengan pembangunan kedua sektor itu? “Pembangunan jalan lingkar dan Jalan Baypass didasari oleh kebutuhan masyarakat Kota Baubau secara khusus untuk di masa yang akan datang dan menjadi pengembangan beberapa kawasan strategis baru yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Baubau khususnya dan Sulawesi Tenggara (Sultra) pada umumnya, yang pada akhirnya tentunya bertujuan meningkatkan perekonomian nasional,” jelasnya.
Kata Andi Hamzah, pembangunan di sektor infrastruktur memiliki beberapa tujuan penting, diantaranya mendukung sektor pariwisata berbasis infrastruktur di Kota Baubau; untuk pemerataan pembangunan di segala sektor sekaligus menjawab berbagai masalah di masa depan dengan menciptakan tata guna lahan yang bisa menghindari kemacetan; dan pembangunan jalur-jalur baru bisa terpenuhi melalui penyebaran pembangunan sehingga kawasan-kawasan yang dahulunya terisolir bisa memenuhi rencana tata guna lahan, sehingga pembangunan bisa terdistribusikan secara merata.
Khusus pembangunan jalan lingkar dan Jalan Baypass di Kota Baubau bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas khususnya kendaraan bermuatan berat, selain itu jalan lingkar merupakan jalur alternatif dimana jalur ini lebih cepat menempuh daerah tujuan dibandingkan harus melalui jalan yang ada di pusat kota.
Adanya pembanguan jalan lingkar di Kecamatan Bungi, Sorawolio, Wolio dan Kecamatan Betoambari Kota Baubau akan mempengaruhi perubahan penggunaan lahan dan nilai lahan di sekitar jalan lingkar tersebut.
Pembangunan jalan lingkar itu pula akan memengaruhi naiknya nilai lahan suatu tempat, yang seiring meningkatnya harga lahan dan distribusi sebaran penduduk akan lebih merata dengan dibukanya akses jalan lingkar tersebut, karena sebaran penduduk akan cenderung mengikuti pusat-pusat kawasan ekonomi baru yang akan lahir di sepanjang jalan lingkar tersebut.
Nilai lahan dalam suatu kota dianggap mempunyai kaitan yang erat dengan pola penggunaan lahan. Penggunaan lahan dan harga lahan akan saling menentukan dengan berkembangnya area perkotaan di Kota Baubau.
“Informasi nilai tanah sangat penting untuk berbagai pihak yang dapat digunakan sebagai referensi dalam menentukan nilai suatu properti, besarnya ganti rugi dalam pembebasan tanah, dan lain sebagainya,” papar Andi Hamzah.
Goal-nya, bahwa pembangunan dua Kawasan strategis infrastruktur (jalan Lingkar dan jalan Baypass) menjadikan Kota Baubau sebagai Kota Baru yang berkembang dua kali lebih cepat dari daerah hinterland-nya.
Alasannya, karena fokus pada pengembangan infrastruktur yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Baubau. Kedua infrastruktur ini pula akan memastikan kesiapan Kota Baubau dari aspek infrastruktur yang bersifat strategis dan mempunyai multiplier effect sebagai calon Ibukota Provinsi Kepulauan Buton yang akan terbentuk kedepannya. (**)
0 Komentar