Butonmagz, masih dalam proses perbaikan web, bila ada kendala pembacaan informasi mohon permakluman

Budaya bahari di Buton disebut ‘sabangka-asarope’ (Bagian-2)



Artikel ini merupakan kelanjutan dari tulisan bertajuk ‘bagi orang Buton, perahu adalah desa kecil yang mengapung di laut,  yang dipetik dalam jurnal “melacak jalur rempah pelayaran dan migrasi Orang Buton di Kepulauan Maluku” karya Tasrifin Tahara, dalam ‘jejak nusantara’ vol. 04 November 2016 . berikut ceritanya;

UNTUK memahami perantauan atau diaspora Buton ke berbagai penjuru Nusantara tak dapat dipisahkan dari nilai budaya bahari, sabangka-asarope. Tentunya, nilai budaya itu lahir dan berkembang awalnya di kampung halaman pertamanya, Buton, kemudian dibawa serta dalam perantauan sehingga berkembang dan menjadi nilai budaya mereka di tanah rantau (Tahara, dkk. 2015).

Catatan antropolog menyebutkan bahwa pada1987 sebanyak 1.281 kapal perdagangan lokal (perahu lambo) ada di Kabupaten Buton, 467 di Pulau Tukang Besi, dan jumlah ini berlanjut dalam pola yang panjang. Pada 1919, menurut perkiraan seorang militer Belanda, terdapat sekitar 300 perahu di Pulau Buton, 200 perahu di Pulau Tukang Besi, dan setengahnya di Pulau Binongko.

Sebagai pelaut pedagang orang Buton, seperti halnya Suku Bugis Makassar, merupakan suku yang melakukan diaspora ke berbagai kawasan wilayah Indonesia seperti Makassar, Papua, Maluku, Kalimantan, Kepulauan Riau, dan lain-lain.

Di Makassar, migran Buton yang telah datang sejak beberapa abad pada masa kesultanan Buton membangun perkampungannya sendiri yang disebut Kampung Butung (Poelinggomang 2002). Migran Buton ke Ambon dalam skala besar diduga dimulai pada akhir abad ke-19, sebagian besar berasal dari Binongkodan bekerja pada perkebunan di berbagai tempat di Kepulauan Maluku (Chauvel1990; Winn 2008).

Eksistensi orang Buton di Nusantara khususnya di kawasan timur Indonesia sejak dulu menjadi bagian penting dari wilayah-wilayah yang menjadi tujuan migrasi orang Buton. Artikel ini menguraikan peran orang Buton dengan tradisi pelayaran dan diaspora di Kepulauan Maluku sebagai isu penting dalam menelusuri jejak-jejak rempah―meski berawal dari pekerja kasar (buruh perkebunan) hingga menjadi pemilik perkebunan cengkih di Kepulauan Maluku sebagai implikasi dari diaspora ekonomi orang Buton di Kepulauan Maluku.

Jadi, rempah-rempah sebagai obyek materil dalam pembahasan ini sangat erat kaitannya dengan kondisi geografi Pulau Buton, tradisi pelayaran dan migrasi. Inilah yang menjadi masalah utama yang diuraikan dalam artikel ini.

Kajian ini merupakan penelitian etnografi yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada kasus pelayaran dan migrasi orang Buton di Kepulauan Maluku. Melalui pendekatan ini dilakukan suatu proses pengkajian dan pengumpulan data―baik kepustakaan maupun lapangan―secara mendalam dan terperinci seputar kejadian khusus sebagai kasus yang dipilih di
lokasi penelitian di Buton dan wilayah Ambon dan Pulau Seram di Maluku.

Wawancara dilakukan terhadap informan yang terdiri dari tokoh-tokoh adat, agama, masyarakat, pemuda, dan pelayar serta aparat pemerintah yang pernah bertugas dalam wilayah tersebut.** (ref-bersambung ke bagian-3)

Baca sebelumnya :Bagi orang Buton, perahu adalah desa kecil yang mengapung di laut. (Bagian 1)

Posting Komentar

0 Komentar



  • Asal Usul Nama Sulawesi dan Sebutan Celebes
    Lukisan tentang kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan pada abad ke-16. (Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures)BUTONMAGZ--Sulawesi dan Celebes merupakan pulau terbesar kesebelas di dunia. Menurut data Sensus 2020, penduduknya mencapai kurang dari 20 juta jiwa, yang tersebar di...
  • Tragedi Sejarah Lebaran Kedua di Tahun 1830
    Diponegoro (mengenakan surban dan berkuda) bersama pasukannya tengah beristirahat di tepian Sungai Progo.BUTONMAGZ---Hari ini penanggalan islam menunjukkan 2 Syawal 143 Hijriah, dalam tradisi budaya Islam di Indonesia dikenal istilah 'Lebaran kedua',  situasi dimana semua orang saling...
  • Kilas sejarah singkat, Sultan Buton ke-4 : Sultan Dayyanu Ikhsanuddin
    Apollonius Schotte (ilustrasi-Wikipedia)BUTONMAGZ—Tulisan ini merupakan bagian dari jurnal Rismawidiawati – Peneliti pada Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Makassar, dengan judul  Sultan La Elangi (1578-1615) (The Archaeological Tomb of the Pioneers “Martabat Tujuh” in the Sultanate...
  • Peranan Politik Sultan Mardan Ali di Kesultanan Buton (Bagian 3)
    Pulau Sagori (kini wilayah Bombana) yang banyak menyimpan cerita zaman Kesultanan ButonBUTONMAGZ---Tulisan ini disadur dari Jurnal Ilmiah berjudul ‘Peranan Sultan Mardan Ali di Kesultanan Buton: 1647-1657M, yang ditulis Asniati, Syahrun, La Ode Marhini dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu...
  • Mengenal Pribadi Sultan Mardan Ali. Sultan Buton yang dihukum Mati (Bagian 2)
    Pulau Makasar di Kota BaubauBUTONMAGZ---Tulisan ini disadur dari Jurnal Ilmiah berjudul ‘Peranan Sultan Mardan Ali di Kesultanan Buton: 1647-1657M, yang ditulis Asniati, Syahrun, La Ode Marhini dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo Kendari.Di bagian pertama menjelaskan tentang profil awal...
  • Mengenal sosok Sultan Mardan Ali. Sultan Buton yang dihukum Mati (Bagian I)
    Makam Sultan Mardan Ali 'Oputa Yi Gogoli'  (foto rabani Unair Zone)BUTONMAGZ--- cerita tentang kepemimpinan raja dan sultan di Buton masa lalu menjadi catatan tersendiri dalam sejarah masyarakat Buton kendati literasi tentang itu masih jarang ditemukan. Salah satu kisah yang menarik adalah...
  • Sejarah Kedaulatan Buton dalam Catatan Prof. Susanto Zuhdi
    foto bertahun 1938 dari nijkmusem.dd----8 April 1906, Residen Belanda untuk Sulawesi, Johan Brugman (1851–1916), memperoleh tanda tangan atas kontrak baru dengan Sultan Aidil Rakhim (bernama asli Muhamad Asyikin, bertakhta 1906–1911) dari keluarga Tapi-tapi setelah satu minggu berada di...
  • Perdana Menteri Negara Indonesia Timur Kelahiran Buton, Siapa Dia?
    Nadjamuddin Daeng MalewaBUTONMAGZ---Tak banyak yang mengenal nama tokoh ini di negeri Buton, namun di Makassar hingga politik ibu kota masa pergerakan kemerdekaan, nama ini dikenal sebagai sosok politis dengan banyak karakter. Namanya Nadjamuddin Daeng Malewa, lahir di Buton pada tahun 1907. Ia...

  • Inovasi di Desa Kulati - Wakatobi, Sulap Sampah Jadi Solar
    BUTONAMGZ---Kabupaten Wakatobi yang terkenal dengan keindahan surga bawah lautnya, ternyata memiliki sebuah desa yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, dimana dihuni oleh masyarakat yang sangat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.Daerah ini bernama Desa Kulati yang mayoritas...
  • Repihan Tradisi dan Sejarah di Kepulauan Pandai Besi - Wakatobi
    BUTONMAGZ---Kepulauan Pandai Besi adalah julukan untuk empat pulau besar dan sejumlah pulau kecil lain di ujung tenggara Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Penamaan itu diberikan pada masa Hindia Belanda karena kepandaian masyarakatnya dalam pembuatan senjata tradisional berbentuk keris dan peralatan...
  • Tari Lariangi - Kaledupa; Tarian Penyambutan dengan Nuansa Magis
    Penari Lariangi. (Dokumen Foto La Yusrie)BUTONMAGZ---Kepulauan Buton tak hanya kaya dengan kesejarahan dan maritim, budaya seninya pun memukau. Salah satunya Tari Lariangi yang berasal dari Kaledupa Kabupaten Wakatobi – Sulawesi Tenggara saat ini.Melihat langsung tarian ini, magisnya sungguh terasa...
  • KaTa Kreatif 2022: Potensi 21 Kabupaten/Kota Kreatif Terpilih. Wakatobi terpilih!
    Wakatobi WaveBUTONMAGZ--Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, secara resmi membuka kick off KaTa Kreatif 2022 pada Januari lalu. Di dalam program ini terdapat 21 Kabupaten/Kota Kreatif Terpilih dari total 64 Kabupaten/Kota yang ikut serta.KaTa Kreatif...
  • Tiga Lintasan Baru ASDP di Wakatobi Segera Dibuka
    BUTONMAGZ---Sebanyak tiga lintasan baru Angkutan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Baubau di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, segera dibuka menyusul telah disiapkannya satu unit kapal untuk dioperasikan di daerah itu. Manager Usaha PT ASDP Cabang Baubau, Supriadi, di Baubau,...
  • La Ola, Tokoh Nasionalis dari Wakatobi (Buton) - Pembawa Berita Proklamasi Kemerdekaan Dari Jawa.
    BUTONMAGZ—Dari sederet nama besar dari Sulawesi Tenggara yang terlibat dalam proses penyebaran informasi Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945. Ada satu nama yang (seolah) tenggelam dalam sejarah.  Di adalah La Ola. Nama La Ola terekam dalam buku berjudul “Sejarah Berita...
  • Jatuh Bangun dan Tantangan bagi Nelayan Pembudidaya Rumput Laut di Wakatobi
    ilustrasi : petani rumput laut BUTONMAGZ---Gugusan Kepulauan Wakatobi di Sulawesi Tenggara terdiri dari 97 persen lautan dan hanya 3 persen daratan. Dari 142 pulau-pulau kecil, hanya 7 pulau yang berpenghuni manusia. Saat ini pariwisata bahari menjadi andalan pendapatan perkapita masyarakat di...
  • Kaombo, Menjaga Alam dengan Kearifan Lokal
    BUTONMAGZ--Terdapat sebuah kearifan lokal di masyarakat Kepulauan Buton pada umumnya. Di Pulau Binongko - Wakatobi misalnya, oleh masyarakat setempat kearifan ini digunakan untuk menjaga kelestarian alam. Mereka menyebutnya tradisi kaombo, yakni sebuah larangan mengeksploitasi sumber daya alam di...